Sekarang jam 03:33 pagi waktu Bekasi dan sepertinya gua akan menuliskan sesuatu yang penting, penting bagi gua doang sebenernya. Kalo lu tau sebenernya gua sekarang masih Kerja Praktik (KP) dan tadi baru pulang sekitar jam 2 pagi dan juga nanti jam 8 udah harus masuk kantor lagi, tapi gua tetep mencoba menulis tulisan ini, because it's really important for me.

Oke, jadi emang sore kemaren gua abis baca tulisan di blog seseorang yang gua sebenernya ngga tau secara pasti itu isinya menyinggung gua (dalam artian baik) atau bukan. Atau mungkin guanya aja yang ke-PD-an juga ngga tau. Tapi ini feeling gua aja ya, tulisan itu emang agak menyinggung gua. Karena feeling gua yang entah bener apa ngga itu, makanya di sini gua menuliskan sesuatu. Pokoknya tulisan ini lahir karena ketidakpastian.

Tulisan yang gua baca itu sebenernya bagus isinya, intinya tentang bangkit dari sebuah keterpurukan. Di mana ketika lu sedang menghadapi masalah yang berat, lu harus tetap melanjutkan hiduplu. Karena emang masalah yang berat itu tidak boleh sampe menghentikan semua kehidupanlu, intinya harus bangkit dan tetap melangkah. Cuma poin yang buat gua notice dari tulisan ini adalah, keterpurukan yang ada di tulisan itu merupakan perbuatan gua di masa lalu yang gua akui emang sangat jahiliyah. Jadi dalam tulisan itu intinya gua sudah membuat luka, sesak, sedih, marah, meruntuhkan harapan, menggelapkan langit, menteskan air mata, mematahkan, menjatuhkan mengecewakan, dan mungkin masih ada beberapa istilah lagi yang ngga gua tulis. Parah kan? Gua ngga marah bacanya, karena emang yang ditulis itu bener adanya. Cuma dalem hati gua berteriak "Gila ya lu Mam, dulu lu sejahat itu sama wanita".

Telat sebenernya kalo gua sadarnya baru-baru ini. Ketika gua sekarang mencoba mempelajari, mengerti, dan memahami seorang wanita, ternyata dulu gua ngga ada menghargainya sama sekali sama seorang wanita, yang sangat berarti. Mungkin selama kita bareng, gua lebih banyak nyusahinnya dibanding nyenenginnya. Dan pada akhirnya orang tersebut memiliki pendirian yang kuat untuk tidak kembali. Hal itu menjadi sebuah tamparan, bahkan cambukan buat gua untuk berubah dan menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Maaf tidaklah cukup, tapi hal yang dapat dilakukan saat ini hanyalah meminta maaf sebesar-besarnya dan mendoakan sebanyak-banyaknya. Berharap selalu diberi kebahagiaan. Selain itu, semoga bisa tetap terus melangkah tanpa henti, seperti tulisan yang udah dibuat. Selain maaf, di sini mau terima kasih karena telah mengajarkan banyak banyak banyak banget hal yang mana bisa menjadi bekal untuk proses hidup gua ke depannya. Dan sebelum mengakhiri tulisan ini, gua berharap semoga kita masih bisa tetap berhubungan baik, layaknya di awal kisah saat kita bertemu.

(N.S)

Gambar: www.hdwallpapers.in