Halo selamat dini hari temen-temen!
Kebiasaan banget ngeposting di kala orang-orang sedang tidur.
Tapi gapapa, karena niat emang kadang baru terkumpul di jam jam seperti ini. Btw gua mulai ngetik ini jam 00:51 WIB.

Jadi kali ini gua mau cerita tentang apa?
Yak! gua mau cerita tentang Kuliah Kerja Nyata (KKN) gua yang terlaksana dari tanggal 8 Januari-20 Februari 2019 dari Universitas Diponegoro (Undip). Desa yang gua tempati yaitu Desa Lebuawu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Jujur gua sebenernya pengen banget KKN di tempat yang di luar pulau Jawa kaya salah satu kenalan di universitas lain yang bisa KKN di Lombok. Kata dia emang ngga sepenuhnya di Lombok itu main-main terus ya, malah ngga gampang. Nah karena ngga gampangnya itu gua pengen di tempat yang jauh. Berasa lebih survive aja. Apalagi Lombok itu abis terkena gempa dan tsunami belum lama ini, jadi masih perlu banyak pembangungan secara fisik maupun mental.

Balik lagi ke KKN-nya gua. Anggota kelompok gua itu ada enam termasuk gua. Orang-orangnya Kholik, Kusum, Hilda, Dimas, Rizky, dan gua sendiri. Desa gua itu potensinya ikan asap dan pindang. Gua seneng banget karena kadang bisa sering nyobain ikan dengan harga yang murah. Beeeuuuhhh, rasa ikannya enak bukan main. Nikmat pokoknya. Selain itu, desa gua juga ramah-ramah, Pak Petinggi (Pak Kepala Desa)-nya bernama Pak H. Abdul Jamil. Sayangnya, Pak Petinggi lagi terkena sakit, jadi selama KKN kami didampingi oleh Pak Arifin. Pak Arifin sangat baik kepada kami. Dan lagi, warga-warga dan anak-anak di desa ini bisa dibilang ramah. Sangat antusias kalo liat mahasiswa-mahasiswi KKN. Rame pokoknya dah sampe kadang pusing sendiri. Gitu aja secara garis besar ya.

Program monodisiplin gua di sini ada dua. Pertama, peta desa. Karena gua liat peta desa yang ada di kantor desa udah lama dan kurang ter-update, maka dari itu gua bikin program peta desa. Kedua, gua bikin peta desa online, jadi peta itu bisa diupdate oleh masyarakat luas. Isi dari peta desa online pun lebih detail di banding peta desa biasa. Ada tempat tambal ban, warung makan, toko bangunan, tempat cukur, dan lain sebagainya. Pokoknya lebih lengkap. Harapannya masyarakat luar bisa lihat kegiatan ekonomi Desa Lebuawu secara spasial.

Mungkin itu aja kali ya biar ngga kebanyakan cerita. Pokoknya gua seneng karena banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa gua ambil. Ini gua mau melampirkan beberapa foto. Mungkin foto mainnya termasuk banyak karena emang kita seringnya main. Selamat melihat-lihat dan sekalian gua pamit undur diri. Bye and Thanks!