Penghabisan air mata atas segala kesalahan
Kesalahan yang menyisakan tanda tanya besar
Karena tak kunjung menemukan jawaban
Ku bertemu, wanita masa laluku
Tak dulu tak sekarang, kau selalu terlihat lebih dewasa
Aku sangatlah bangga dan bahagia
Bahwa kita pernah menjadi bagian dari sebuah cerita
Puisi ini tidak boleh bercerita masa lalu, melulu
Sebab, kisah selanjutnya adalah berita gembira
Mendapatkan sebuah "Jawaban" yang dinanti-nantikan
Tanpanya, aku akan terus sengsara hingga kapanpun
Merasa paling bersalah, merasa paling hina
Menjadikan racun yang mengalir ke seluruh tubuh
Rasanya menyakitkan dan memilukan
Sungguh, karma ini tak tertahankan
Semuanya berubah, akhirnya
Kau datang bagai malaikat dengan sayap indahmu
Membawakan segelas ramuan untuk diriku yang sekarat
Menjadikanku lebih tenang, damai, dan lega
Tugasmu mungkin sudah selesai
Usahaku pun mungkin sudahlah cukup
Kau harus kembali ke jalan ceritamu, yang baru
Aku pun harus menyusun hidup baruku
Kita saling bahagia, kita saling belajar
Canggung sirna, silaturrahmi tak boleh mati
Ku berharap kita bisa tersenyum dan tertawa
Bersama orang spesial yang kita miliki kelak
Jangan pernah melupakan, jadikan pelajaran
Walau kisah kita penuh hal yang menyakitkan
Semoga ceritamu ke depan akan lebih menyenangkan
Mohon selalu memaafkan diri ini, Nadya Setyarini


0 Komentar