Malang sekali nasibnya. Setelah hari itu, Sang Pria selalu memusuhi malam dan seisinya, setiap hari. Bagaimana tidak, hari di mana dirinya dapat bertemu Sang Mantan Kekasih setelah sekian lama tak jumpa. Memberikan hadiah di hari spesial wanita tersebut. Tetapi, bukan itu yang membuat Sang Pria nampak menyedihkan.
Beberapa tahun terakhir Sang Pria mencoba untuk berpindah ke lain hati. Usahanya tidaklah mudah, ribuan rembulan ia mencoba untuk tidak mengingat Sang Wanita, ribuan matahari ia mencoba menyingkirkan memori indah. Semua itu tidak berhasil, karena apa? Sebab Sang Pria masih merasa bersalah yang amat mendalam. Seakan dosanya di masa lalu tidak bisa ditebus bagaimanapun caranya. Tetapi semua rasa bersalahnya itu sirna setelah urusan dengan Sang Wanita akhirnya benar-benar selesai dan ia sudah memaafkan Sang Pria seutuhnya. Rasa syukur dilantunkan oleh pria muda itu. Apakah penderitaannya sudah selesai? Belum, tentunya belum.
Tidak lama, Sang Pria kembali merasa menyesal karena ia merasa kehilangan sosok yang sangat dicintainya. Sosok yang menurutnya sangat sempurna. Dirinya menginginkan semua itu kembali seperti semula, tetapi apa daya hal itu tidaklah mungkin. Sang Wanita pun sudah menyatakan bahwa dirinya memilih arah lain. Mungkin takdir lain. Saat itulah menjadikan Sang Pria semakin sengsara. Berdoa dan terus berharap baginya adalah jalan satu-satunya. Entah bagaimana Sang Maha Kuasa akan mengabulkan doanya. Pastinya, Sang Pria akan selalu memusuhi Sang Malam dengan kesedihan mendalam. Baginya, kesunyian malam hari memembunuhnya secara perlahan. Merenungi kesedihannya dan penyesalannya di malam hari begitu hikmat. Menjadikan dirinya terus mengenang masa-masa indah bersama wanita tersebut. Tak peduli orang lain mengatakannya berlebihan. Karena yang diinginkan saat ini adalah dia menjadi sosok spesial Sang Wanita dan begitu pun sebaliknya.
Malang dan menyedihkan nasib pria itu. Bodoh karena selalu menangisi keadaannya itu. Bodoh karena menyia-nyiakan kesempatan terbaik. Bodoh karena membiarkan wanita berharganya pergi begitu saja. Mungkin memang kini adalah waktu bagi Sang Pria untuk menyesalinya setiap hari dan berdoa kepada-Nya setiap waktu.
Gambar: www.unsplash.com

0 Komentar