![]() |
| Empty (Photo by Vasily Koloda on Unsplash) |
Setelah kehilangan orang yang gua sayang, hidup rasanya kedatengan ruang kosong yang begitu besar secara tiba-tiba. Ngga ada arah, ngga ada petunjuk, ngga ada tujuan. Sendirian di situ rasanya bener-bener hampa dan dingin. Ada kekosongan besar dalam hidup yang bikin dada ditekan begitu dahsyat dan sungguh menyesakkan. Apalagi gua juga udah punya bayangan dan ekspektasi ke depan kalo akan hidup bersama sampai tua, memiliki anak dan keluarga kecil, mungkin ada sedikit pertengkaran di antara kami, tetapi kami tetap memilih untuk terus saling menemani hingga maut memisahkan. Ekspektasi sirna begitu aja. Ternyata dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan, tentunya dengan alasan yang valid dan berdasar. Itu membuat kehidupan gua runtuh. Hal yang lebih menyakitkan lagi, gua tau dia udah ga bakal peduli sama apa yang gua rasain. Buat gua, kedatangan ruang kosong dan bagaimana sikap dia berubah 180 derajat adalah hal yang datengnya begitu tiba-tiba dan mendadak.
Gua tetep mencoba terus berjalan di ruangan kosong yang besar itu. Gua ga memilih untuk tinggal diam. Gua udah bertekad untuk diri gua sendiri bahwa gua harus berubah dan ga larut terlalu dalam. Gua berharap akan menemukan kekuatan dan jalan agar gua bisa memulai kehidupan yang baru. Aamiin.
Sesak, sesak, sesak, sungguh menyesakkan.

0 Komentar