![]() |
| Back to Allah (Photo by Alim on Unsplash) |
Sebenernya tulisan ini ingin hamba tulis dari hari Selasa kemarin, tapi baru ditulis sekarang karena rasanya berat sekali, ya Rabb.
Hari Selasa kemarin hamba melihat Tiara upload reel dan di dalamnya ada sosok pria lain, ya Rabb. Pikiran hamba lari ke mana-mana sejujurnya. Hamba menghubungi teman hamba dan menceritakan soal reel itu.
Teman hamba memberikan saran untuk membatasi terpapar dari Tiara. Mau ga mau, hal itu harus dilakukan. Hamba benar-benar harus melakukan itu, untuk menjaga kewarasan, ya Rabb.
Ya Rabb, ya Allah, hamba pernah meminta jika memang berjodoh bersama Tiara dan masih ada kebaikan, tolong bukakan jalan-Mu. Tetapi jika memang kenyataannya tidak bisa bersama, hamba rela dicabutnya perasaan hamba kepada Tiara, ya Rabb. Engkau boleh mencabut semuanya sesegera mungkin, ya Rabb. Melalui ini semua, mengetahui kemungkinan kami tidak bisa bersama, rasanya benar-benar menyakitkan. Tentu Engkau lah yang tau masa depan dan Engkau lah sebaik-baiknya perencana. Maka dari itu, jika tidak bisa bersama Tiara, tolong cabut saja, ya Allah.
Rasa sakit yang terasa banyak sekali, ya Rabb. Rasa sakit membayangkan tidak bisa hidup bersama Tiara, rasa sakit membayangkan dia hidup bersama pria lain, rasa sakit membayangkan dia bisa hidup bahagia tanpa hamba, rasa sakit membayangkan hamba tidak bisa berada di sampingnya, rasa sakit membayangkan hamba tidak bisa support dia secara langsung, rasa sakit membayangkan hamba tidak bisa menggenggam tangannya, rasa sakit membayangkan hamba tidak bisa berjalan bersama di sampingnya, rasa sakit membayangkan dia tidak lagi tersenyum untun hamba, rasa sakit rasa sakit rasa sakit semua rasa sakit yang ada sungguh menyiksa hamba. Maka dari itu, jika memang kami tidak berjodoh, perasaan hamba yang besar kepada Tiara ini tolong segera diangkat dan dicabut. Hamba mohon, ya Rabb. Hamba meminta tolong, ya Allah.

0 Komentar