Hari ini gua masih merasa kurang baik dan gua mencoba belajar dari salah satu nabi, yaitu Nabi Ya'qub AS.

Tentu gua ngga akan menyamakan derajat gua dengan beliau, karena amat sangat jauh sekali, tapi gua mau meneladani bagaimana beliau menghadapi kesedihan yang mendalam, diceritakan mata beliau memutih dan mengalami kebutaan karena kehilangan anak kesayangannya, Nabi Yusuf AS.

Nabi Ya'qub AS mengajarkan gua bahwa kesedihan mendalam bukanlah pertanda bahwa gua lemah iman. Kesedihan yang sangat menyiksa karena kehilangan adalah hal manusiawi selama tidak melampiaskannya ke orang lain dan terus berusaha untuk hidup normal. Sebelumnya gua merasa bersalah karena masih terus bersedih walaupun sudah berusaha untuk ridho atas kehendak Allah, tapi sekarang gua ngga menyalahkan diri sendiri.

Gua juga belajar dari beliau bagaimana menjalani keseharian walaupun kita masih merasakan kesedihan yang sangat mendalam. Belajar juga bagaimana menerima hasil apa yang Allah berikan kelak, tetap husnudzon, dan yakin semua yang Allah berikan adalah yang terbaik, karena Allah adalah sebaik-baiknya Perencana.

Sejujurnya Nabi Ya'qub AS adalah nabi yang gua ngga nyangka akan meneladani kisah hidup beliau sebagai pegangan dalam hidup gua. Bersyukur masih diberikan nikmat iman, iman kepada nabi dan rasul, sehingga selalu ada bantuan di setiap kesulitan. Ya Allah, tetap jaga kedekatan kita, baik dalam keadaan sulit ataupun senang. Aamiin.