Pada akhirnya gua udah ngga dipilih lagi walau gua akan selalu memilih dia. Itu bukan kesalahan dia, itu haknya dia. Mungkin kesalahan gua emang udah keterlaluan sampe kesabarannya habis.
Dari kemaren kepala isinya selalu bertanya-tanya "Kenapa gua udah ngga dipilih lagi padahal gua selalu memilih dia?", pertanyaan itu selalu muncul karena gua menganggap kalo gua selalu memilih dia, dia juga akan selalu memilih gua, tapi kenyataannya ngga kaya gitu.
Mungkin gua juga terlalu naif dengan beranggapan "Asal punya satu sama lain, terus mau bersama, belajar, dan berusaha, semua akan baik-baik aja". Tapi kenyataannya ngga kaya gitu. Setiap orang punya batasnya masing-masing.
Akhir-akhir ini setiap selesai sholat gua udah ngga bisa mengucapkan doa-doa gua. Udah terlalu lelah dan babak belur, cuma bisa duduk terdiam dan merenung di atas sajadah sambil bersandar. Menyerahkan semuanya kepada Allah. Meminta tolong kepada Allah untuk membaca semua doa-doa gua yang ada di pikiran dan hati. Doa yang terpenting adalah gua meminta diberi kesembuhan dan dihilangkan penderitaan gua sesegera mungkin. Aamiin.
0 Komentar