Engkau tentu tau, hamba sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjalani rutinitas harian. Tetapi kenyataannya, masih harus merasakan kehilangan setiap hari merupakan sesuatu yang sangat berat.
Hamba tau ini semua adalah ujian yang Engkau berikan agar hamba bisa naik ke tingkat berikutnya. Walau berat, hamba berusaha menjalaninya dengan rasa sabar. Walau ada rasa takut yang besar, hamba berusaha untuk terus melangkah maju.
Jika Engkau berkenan, tolong berikan kemudahan bagi hamba melalui ini semua. Bahkan sejujurnya, hamba udah ngga pengen mengemban ini semua, tetapi melepaskannya dengan tangan hamba sendiri rasanya hampir ngga mungkin. Maka dari itu, hamba sangat butuh bantuan-Mu, hamba sangat butuh campur tangan-Mu. Karena memang keberadaannya begitu kuat.
Hubungan berjalan hampir dua tahun dan hampir semua aspek kehidupan ada kaitannya dengan dia. Makanan, kuliner, kucing, chilli oil, bakmie, musik, gunung, bawang goreng, olahraga, running, Asics, chinese food, arsitektur, KRL, MRT, LRT, stasiun Karet, stasiun Setiabudi Astra, Jakarta, Bekasi, Bogor, Bandung, Tarobun, museum, dimsum, Kaybun, TMII, plastisin, karaoke, KPOP, Coral Island, masak-masak, air mineral adem, Baduy, Papandayan, dan lain-lain, dan lain-lain, dan lain-lain. Listnya ngga akan pernah selesai dan semuanya mengingatkan ke dirinya.
Hal lain yang sangat memberatkan adalah hamba udah bukan prioritasnya. Udah bukan lagi sosok yang akan ada di masa depannya, ya walaupun di bayangan hamba, dia udah memenuhi dan mengisi semua kehidupan hamba di masa depan. Lalu hamba juga udah bukan sosok yang dia kirimin reel, udah bukan sosok yang nyicipin masakannya, bukan seseorang yang dapet rekaman karaoke perdananya pas lagi nyanyi-nyanyi di kamar, dan juga bukan lagi sosok yang dapetin foto selfienya. Semuanya udah bukan dan sirna begitu aja.
Dengan semua itu, bagaimana mungkin hamba bisa melepaskannya dengan kemampuan dan tangan hamba sendiri? Jawabannya hampir ngga mungkin. Maka dari itu, sembari hamba berikhtiar, hamba juga sangat butuh campur tangan-Mu, ya Rabb.
0 Komentar