![]() |
| Very Tired (Photo by Peter . on Unsplash) |
Belum bisa lanjut nulis, mungkin dilanjut besok pagi...
Soal menyadari kesalahan.
Perihal banyaknya urusan yang perlu diberesin.
Pengen cerita sama Mbah.
Dan masih soal kehilangan (lagi).
------------------------------------------------------------------------
Waktu terus berjalan. Hari demi hari juga terus berlalu. Semakin banyak juga apa yang gua pelajari dan sadari. Gua menyadari banyak kesalahan yang udah gua lakukan sebelumnya. Bukan bermaksud terlalu keras terhadap diri sendiri, tapi emang begitu keadaannya. Kala itu, di pikiran gua cuma dia yang paling prioritas dan tujuan gua cuma pengen dia bahagia, udah itu doang yang bener-bener gua pegang. Tapi ternyata yang gua lakukan masih belum maksimal dan jauh dari kata ideal. Saat itu gua bertanya-tanya pada diri sendiri, "Gua kurang apa? Padahal di pikiran gua cuma ada dia dan bener-bener pengen bahagiain dia", tapi ya ternyata pikiran kaya gitu yang secara ngga langsung membuat gua angkuh. Karena pikiran itu, gua ngerasa udah ngasih yang terbaik, padahal kenyataannya belum. Gua seharusnya bisa memberikan perhatian lebih, lebih, dan lebih lagi buat dia dan lebih, lebih, dan lebih lagi fokus untuk dia.
Hari demi hari terus berlalu. Gua tersadar banyak hal di luar itu semua yang harus gua beresin, walau ya sebenernya bukan gua juga yang "berantakin". Sejujurnya gua masih mencari tau harus mulai ngeberesin dari mana. Ngga harus beres 100% karena itu hampir ga mungkin. Minimal kalo udah 80% beres, gua bisa "terbang" lebih lega dan tenang.
Mbah... Mbah kok pulangnya cepet banget ya. Humam lagi butuh-butuhnya mau ngobrol sama Mbah. Semuanya nampak kurang baik-baik aja akhir-akhir ini. Mbah... saat ini Mbah adalah orang paling tepat untuk Humam cerita dan mengadu. Kejadian yang udah lama, sekitar 32 tahun lalu, hari ini harus Humam "bayar". Harga yang bener-bener mahal untuk kejadian yang udah sangat lama.
Hamba menceritakan ini terus dan belum berakhir. Ya Rabb, rasa-rasanya semua udah berjalan lebih dari dua bulan, masih aja ngerasain perasaan-perasaan yang kurang mengenakan. Perasaan kehilangan, cemburu, iri, menyesal, sedih, murung... Hamba juga terus berusaha dan berdoa untuk semuanya segera kembali normal seperti sedia kala, tapi mungkin memang belum sekarang waktunya. Padahal sudah Engkau pastikan dan janjikan bahwa "Jika memang berjodoh, tidak akan ada yang bisa memisahkan. Dan jika tidak berjodoh, tidak akan ada yang bisa menyatukan", tetapi ketika menjalaninya ternyata tidak semudah itu. Ya Rabb, sekiranya Engkau menghendaki dan berencana tidak mempertemukan kami, tolong dihapus perasaan terikat ini sesegera mungkin. Hamba membutuhkan campur tangan dan keajaiban-Mu, ya Rabb.
Semua permasalahan yang lagi dihadapi sejujurnya tidak akan bisa dilalui kalo hamba harus menghadapinya sendirian. Kekuatan dan bantuan dari Engkau lah yang membuat hamba dapat melaluinya. Hamba lemah dan terbatas. Engkau kuat dan tak terbatas. Hanya kepada Engkau hamba memohon pertolongan.

0 Komentar